Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Hari ini indah bersama fikirku tentangmu

Ku ingin UNGKAP sebuah kata dan mensyusunya menjadi sebuah kalimat yang mewakili rasaku
Ini tentangmu,tentangku dan kita berdua
Kucoba mengingat kata yang tersusun
Membuka berkas dalam kamus yang tersimpan pada sekat - sekat memori

Hanya ada malam...
Gelap,pekat dan berkabut diluar sana
Sepercik SINAR ...
Perlahan memberi warna dari ujung langit disebrang dunia

Waktuku kini telah tiba...
Kehidupan dunia dalam babak selanjutnya akan dimulai
Cahya itu..JINGGA.
Memperkuat diri menjadi batas dinding malam dan siang

Tapi hari ini, besok atau sampai kapanpun
Hariku tak terbatas dan berjarak tuk selalu MENCINTAIMU

Slalu ada BATAS SENGGANG antara satu dan lain
Slalu ada penengah sebagai penghubung

Seperti JINGGA...
Sebagai batas dan penghubung gelap dan terang

Layaknya FAJAR...
Yang memberikan batas dan penghubung malam dan siang

Seperti kata sebuah TOLERANSI
Sebagai peredam amarah dan penghubung masa kini dan esok antara kita

Aku mencintaimu, sangat menyayangimu
Dengan caraku sendiri BUKAN orang lain

Tak jarang kebencian singgah menghakimi diriku sendiri
Tak bisa menjadi seperti khayalan yang terbayangkan oleh fikirku
Tapi kini kau hadir
Menjadi satu - satunya  Hayalan TERINDAH yang tak pernah terbayangkan oleh fikiranku

Terimakasih sayang...
Telah membuat hariku indah dengan hayalan dan fikiranku tuk SLALU bersamamu

by : isep, 20-02-2013 /  11:13 PM

Selasa, 01 Januari 2013

Melukis Langit Bersamamu

Tak ada satu bintangpun malam ini.

Bulanpun entah kemana.

Hanya desir angin yang sesekali bergerak

Mengelilingi antara batas angan dan jiwaku

Aku seakan sendiri.

Memandangi dedaunan yang bergerak melambai

Pada tatapan kosong tak berarah.

Jauh…..

Dan semakin memudar

Kemudian menghilang.

Entah apa yang ku pikirkan…

Semakin tak baik saja hari-hari ini.

Terlebih,ku hanya seorang diri

Hadapi malam tak berbintang ini tnpamu.

Aku ingin kau disini

Duduk bersamaku tuk melukis langit dengan beberapa bintang dan pelangi.

Agar tak akan pernah ada lagi malam tak berbintang disaat kesendirianku.

by : isep, 02-11-2011 /  11:17 PM 

Kata Maaf Untukmu


Maaf...jika raga ini semakin menjauh.

Hilang dari pandangan, membentuk batas-batas dimensi pemish ruang dan wktu.

Antara kau dan aku.

Maaf...Jika hati ini tak selembut salju.

Yang selalu dapat membungkus hatimu yang tengah rapuh

Dan kadang meredam emosi tak terkendali.

Maaf...jika cinta ini jauh dari sempurna.

Bukan saja pendosa, namun aku juga tatkala dibayangi kabut hitam

Berfikir Tuk Pergi

Jika dunia sedang menangis,meratap.

Dan seluruh orang sedang berjihad dalam sebuah perang besar.

Akupun sama…merasakan sakit dan tertatih menghadapi perangku sendiri.

Jihad ku sendiri…

Berjuang demi mempertahankan keyakinan dan cintaku padamu.

Aku memang tak paham apa yang sedang aku perjuangkan.

Akupun tak yakin yang kulakukan ini benar.

Tapi aku sadar…

Pesan Terindah

Teringat...saat kau teteskna airmata untukku.

untuk kepergianku...

tangis kecilmu itu  dan senyman menawan.

Ciptakan dunia baru...mengisinya dengan langit dan awan.

Tak jarang ia berkabut kemudian meneteskan beberapa embun pagi hari.

Terkadang ia menghitam bersama kemelut dan petir yang jadi pelengkapnya.

mungkin...tampak mengerikan.

Senin, 24 Desember 2012

Aku Tak Mengerti

meski aku tak berbuat apapun

bahkan berbuat apapun

dampak baik dan buruk itu selalu ada

seperti saat ini,disaat semua terlelap

aku hanya menatap layar monitor sembari mengolah kata kata

mencoba terpejam,,dan coba mengingat ulasan ulasan perjalanan hidup hari ini

terlalu banyak permasalahan yang tak dapat ku mengerti

banyak permasalahan yang tak ku tau akan jawabnya

ada permasalahan, namun dimana letak salahnya

  rasa ini.........

  batin ini..........

  jiwa ini........

semua ini terasa menyakitkan dan buat ku rapuh

kucoba tanyakan segalanya

  kepada ombak,,,

  kepada karang,,,

  kepada matahari,,

tetapi masihkah mereka semua diam dan membisu

apakah tuhan mulai bosan melihat tingkahku

atau dunia ini sudah enggan bersahabat denganku

mari kita tanyakan pada rumput yang tak lagi bergoyang,

layu dan mengering akibat keserakahan kita.

mari kita berfikir untuk tak lagi menjadi beban dan perusak bagi negri,

bangsa, negara dan bumi yang senantiasa menampung

meski yang ada hanya tingkah buruk kita.




by : isep, 21-10-2012 /  11:31 PM (waktu tidur daerah bandung dan sekitarnya)

Kamis, 30 April 2009

KAU DAN SANG REMBULAN

Jangkrik kecil yang ku temui di lorong itu,
berbisik penuh misteri dengan nyayian hati mengoyakn jiwa para penghuni kegelapan
kini malam kian larut dan kelam
angin berhembus berlarian mengisi kekosongan

Hujan rintik basahi segenap penatku saat berjalan
dengan iringan cahya rembulan yang meredup
ku tengadah mencari dimana ia berasal.
di kejauhan dan tempat yang tak terjangkau
kau kudapati mengadu pada rembulan atas duka luka.

Hingga tetes air matamu smakin tutupi pancaran sinarnya
saat pagi berselang,mentari muncul bersama kehangatannya
namun ia juga redup kehilangan sang sinar
aku tetap tengadah kearahmu yang tak pernah sirna
dan kau hanya melambai seakan mempertanyakan salah dan dosaku
karna telah membiarkan hatimu remuk
tersayat ribuan detik tanpa hadirku.

Maafkan aku sayang…….
dunia telah memperdayaiku
cita -cita telah mebuatku lupa akan cintamu
biarkan aku disini menaklukan dunia mengejar cita-cita
agar ku bisa membentang jalan tuk
menemuimu disisi rembulan yang selalu temaram
lalu meredup.



by : isep, Bdg-28-12-2009

Minggu, 26 April 2009

Duka Anak Rantau

Gemercik hujan kala malam telah hening

Dan ribuan desah angin berduyun-duyun menyeret lamunan

yang terhempas di antara bukit-bukit terjal kampung halaman.

Aku ingat mereka………

Ku rindukan sesuatu yang tak pernah ada

Saat jiwa ini berhenti berkata

Hidup ini tak mudah kawan

Jalan ini begitu panjang dan berliku

Pundak ini terasa ngilu memikul beban begitu berat

Hatiku selalu gusar kala menatap bulan semakin renta

Hingga kantongpun turut mengering tanpa sisa.

Biarlah lautan ku arungi dan tubuh semakin rapuh demi satu tujuan.

Jaya dan bangkit karena cita-cita

Dukaku anak rantau

Di kala senja telah tiba.



by : isep, Bdg-28-12-2008

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Printable Coupons